Pertemuan dan Perpisahan
Kita
ditakdirkan untuk bertemu karena suatu alasan yang tidak ketahui. Mungkin suatu
saat nanti kita akan dipertemukan dengan jawaban atas semua tanya ini.
Tak hanya
pertemuan, perpisahan yang terjadi diantara kitapun bukan satu kebetulan
semata. Mengapa? Lagi-lagi jawabannya hanya satu, karena saat awal pertemuan
itu sebenanya takdir perpisahan kita juga telah dirangkai.
Kamu dan
aku pernah menjadi kita yang saling menyayangi dan saling mengasihi. Saling
menguatkan saat kita terpuruk. Aku pernah merasa bosan, aku pernah merasa marah,
aku pula pernah merasa menjadi manusia paling bahagia saat bersamamu. Kau tau
kenapa? Karena aku menyayangimu.
Saat ini,
aku dan kamu memang bukan kita lagi. Aku dan kamu menjelma menjadi individu
berbeda lagi sama seperti saat sebelum kita dipertemukan. Jika kau tanyakan
padaku tentang rasa apa yang kumiliki saat ini untukmu? Izinkan aku menjawab,
aku masih menyayangimu.
Maafkan aku
yang tak bisa lagi berfikir rasional saat ku mengingatmu. Maafkan aku selalu
memikirkanmu saat pagi kuterbangun dari mimpi dan saat malam hari ku akan
memulai mimpi.
Kau
tercipta begitu indah. Tapi, sudah saatnya kini aku menyerah, bukan
berarti aku kalah. Tapi aku ingin mengabadikan namamu dalam setiap hembusan
doaku tanpa kamu ketahui itu.
Komentar