Kamu Apa Kabar?
Ini bukan perihal rindu,
Tapi ini perihal keadaanku selepas kau pergi
Kau Tanya bagaimana kabarku?
Tenang, aku baik-baik saja, aku jauh lebih baik dari yang
sebelumnya
Aku merasa lebih bahagia ketika kau memilih melangkah jauh meninggalkanku
demi mengganti lemabran barumu
Terima kasih telah mengajarkanku luka.
Sakit memang, tapi setidaknya kini aku mengerti, bagaimana
rasanya terluka karena salah meletakkan cinta, hingga membuat Allah murka.
Ya, jatuh hati kepadamu tak pernah salah, tapi cara kita
menerjemahkan rasa itu yang salah.
Sebab, sejatinya bila rindu itu ada, hanya doa yang pantas
menjadi perantara.
Bila getar gaya gravitasi itu ada, doa adalah sebaik-baiknya
perantara
Kini, kugantungkan harapanku hanya kepada Dia yang maha
bijaksana, yang maha mengetahui kepada siapa hati ini akan berlabuh dan hanya
dia yang pantas menentukan kemana arah pujangga akan kembali pulang, pulang
menetap bersama untuk menyempurnakan separuh agama, melangkah beriringan meraih
surga-Nya.
Jangan risaukan dia yang menjelma menjadi senja, pun jangan
risaukan dia yang lalu lalang tanpa kepastian. Teruslah memperbaiki diri demi
meraih ridho Illahi.
Sebab sejatinya wanita-wanita keji untuk laki-laki yang keji
pula, dan wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang
baik untuk wanita yang baik pula. (QS. An Nur: 26)
https://www.youtube.com/watch?v=DNm3u45TUGQ
Komentar