Tentang Rindu

Sejenak ku buka kenangan
Saat hadirnya kau disisiku
Kenangan itu membuatku tak sadar akan air mata yang mulai berjatuhan
Kenangan itu membuatku tak sadar betapa kini kau berada jauh dari hadapanku


Perlahan ku buka lembar demi lembar kenangan itu
Lembaran itu sungguh berhasil membuatku tak henti menitikkan air mata ini
Lembar demi lembar kulalui dengan air mata yang terus mengalir

Aku berharap kenangan itu bisa bercerita kepadamu
Bercerita tentang apa yang aku alami disini
Aku berharap kenangan itu bisa berbicara kepadamu
Berbicara tentang kerinduan yang sampai saat ini masih kupendam

Saat kubuka lembar terakhir
Aku baru menyadari, ternyata kata yang kau ucapkan setiap malam kepadaku adalah kata yang sama
Aku baru menyadari ternyata setiap kata yang kau ucap adalah sebagian dari apa yang aku tulis
Aku baru menyadari ternyata kerap kali kau memerhatikanku dari jauh

Kumulai menutup sampul kenangan itu
Kukira akan ada akhir yang akan membuat rindu ini memudar
Namun, aku salah
Justru rindu ini semakin menggebu
Kulihat senyuman yang indah ada di wajahmu
Kulihat ada ketulusan dari pancaran matamu

Untukmu yang ada disana…
Apakah rasaku ini salah?
Apakah rasaku ini bertepuk sebelah tangan?

Aku tak mungkin bisa melalui kerinduan ini tanpamu
Aku tak mungkin bisa melalui kerinduan ini bersama angin yang hampa
Meski saat ini sungguh menyiksa, ingin kuulangi semua kenangan indah yang pernah kita ukir bersama

Ingin kumulai membuka kertas baru tuk kutulis semua kenangan indah bersamamu kembali…

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku Benci Perpisahan